Pemanfaatan radioisotop sebagai perunut dalam sistem biologi
ch1ck
2:30 AM
Berkat radiasi yang dipancarkan maka setiap unsur radioisotop yang memasuki tubuh hewan, manusia ataupun tanaman dapat diikuti jejak dan prilakunya. Keberadaan suatu unsur dalam tubuh hewan, manusia ataupun tanaman dinyatakan oleh kandungan radioaktifanya pada jaringan atau organ baik kuantitatif maupun kualitatif.
4.1 Radioisotop dalam proses fisiologi pada tanaman
Tingkat keradioaktifan pada bagian-bagian tanaman selain ditentukan dengan jalan mencacah dapat juga dilakukan dengan teknik autoradiografi dengan bantuan film x-ray.
Contoh :
1. Unsur fosfor radioaktif P-32 yang berikan kedalam media kultir air tanaman tertentu dapat dilacak dengan diamati prilaku kimia dan biologinya dengan bantuan alat pencacah.
2. Penentuan radioaktif pada tanaman dengan teknik autoradiografi dapat mencakup beberapa tahap pengerjaan yaitu :
a. Potong dan pisahkan bagian atas tanaman (tampa akar) yang telah menyerap unsur P-32 untuk beberapa saat
b. Kemudian bagian tanaman itu dipres pada karton lalu dikeringkan sampai tak mengandung unsur air.
c. Sampel tamnaman tersebut kemudian ditutup dengan sehelai film x-ray dan biarkan untuk beberapa saat dalam kamar gelap.
d. Setelah film x-ray dicuci, akan terlihat gambar froyeksi tanaman pada film. Semakin hitam warna bagian tanaman pada film, semakin besar tingkat kandungan unsur radioaktif di situ. Pada gambar positif film x-ray positif tampak keadaan sebaliknya, semakin putih warna bagian tanaman semakin besar akumulasi unsur radioaktif disitu.
Pada umumnya keradioaktifan jaringan atau unsur dinyatakan oleh kadar keradioaktifan (% keradioaktifan yang diberikan/gram jaringan atau organ) atau dalam retensi keradioaktifan (% keradioaktifan yang diaplikasikan / berat total jaringan atau organ).
Beberapa macam proses fisiologi pada tanaman dan hewan yang dipelajari dengan bantuan teknik radiasi antara lain ialah:
1. Mempelajari proses fotositesa penggunaan unsur radiokarbon C-14.
2. Mempelajari penyerapan, penyebaran biologi unsur (senyawa) tertentu pada tanaman.
Penyerapan atau jerapan penyebaran ataupun metabolisme suatu unsur atau senyawa tertentu pada tanaman dapat dipelajari dengan batuan bentuk unsur radioaktif.
Contoh: dengan melacak unsur fosfor radioaktif P-32 pada tanaman, maka perilaku biologi dan kimiawi baik P-32 maupun fospor P yang non radioaktif dapat diungkapkan, hal yang sama terjadi pada unsur (senyawa) radiaktif yang lain.
3. mempelajari penyerapan suatu unsur melalui akar atau daun dengan bantuan suatu radioisotop dapat pula diungkapkan penyerapan suatu unsur tertentu baik melaalui akar maupun melalui daun.berdasarkan tingkat radioaktifan suaatu unsur radionuklidapada tanaman yang dapat diketahui mana yang lebih sfisien antara penyerapan nekaui ajar dan melalui daun.
3.1.b Radioisotop dalam proses fisiologi pada hewan
1. penyebaran biologi dan metabolisme unsur atau senyawa tertentu uantuk mempelajari prilaku suatru jenis unsur makro ataupun mikro dapat dilakukan dengan menggunakan bentuk radioisotop unsur tersebut.
Contoh : unsur yodium sangat dibutukhkan oleh tubuh hewan mamalia untuk penbentukan hormon tiroksin yang berlangsung dalam kelenjar gondok . Mengingat sifat biologi dan kimiawi unsdur I dan radiomuklida I-131 adalah sama maka radioisoto[ I-131 dapat mengungkapkan meulai dari penyerapan, penyebaran biologi sampai metabolisme dalam waktu yang relatif cepat.
2. jalur metabolisme suatu unsur atau senyawa tertentu
Perilaku biologi dan kimia radionuklida Ca-45 sejak dari makanan sampai ke sekresei air susu pada hewan telah mencerminkan dengan jelas dan pasti jalur metabolisme unsur makro kalsium
Demikian halnya dengan perilaku senyawa- senyawa penting yang lain atau vitamin dalam tubuh hewan dapat diamati dengan mudah dan pasti dengan menggunakan senyawa-senyawa bertandannya yang radioaktif.
3. pengikatan suatu unsur tertentu pada jaringan tubuh
Dengan bantuan radio isotop P-32 maka penyebaran biologi unsur P yang berasal dari makanan sampai dan teriat di jaringan tulang tengkorak dapat dipecahkan dengan jelas,
4. pelaluan plasenta suatu unsur tertentu.
Seperti diketahui bahwa pada masa kehmilan plasenta dapat berfungsi sebgai penghalang untu suatu unsur tertentu sehingga tidak dapat masuk ke fetus.
Maka tingkan pelauan plasenta suatu unsur atau senyawa tertentu baik yang berguna maupun yang merugikan terhadap fenus dapat dengan jelas diketahui berkat bantuan radio isotop unsur-unsur ataupun senyawa bertanda yang dimaksudkan.
5. mempelajari perilaku ekologi serangga atau hewan kecil
tubuh serangga atau hewan keci yang menggandung (membawa) radioisotop dengan tingkat keraioaktifan kecil, akan dapat dikuti atau dilacak prilaku dan gerak- geriknya. Informasi penting dapat membantu memecahkan aspek ekologi organisme tersebut .
dalam hal ini teknik penandaan atau taggung dapat dilakukan antara lain:
a. secara kontak lansung, yaitu dendgan mengoleskan larutan isotop yang diperlukan ke tubu serangga atau hewan kecil itu
b. dengan cara memberikan larutaj rasioisotop seperlunya ke media makanan atau meinuman organisme yang dimaksudkan
c. dengan cara memberikan larutan radioisotop seperlunya ketempat habitat dimana organisme itu hidup pada masa larva, kepompong atau imago.
Macam informasi perilaku ekologi serangga (hewa) yang dapat diperoleh secara demikian ini antara lain: jarak terbang, luas penyebaran, preferensi makanan, penentuan predator dan sebagainya
No comments :
Post a Comment